Konfigurasi DNS dan Mailserver pada debian 5 Lenny by Bardan Salam
B - Story
Teknik Komputer dan Jaringan
Selasa, 25 November 2014
Senin, 17 November 2014
Rabu, 16 April 2014
3600 detik (surat leon untuk sandra)
Sandra, temanku yang paling baik…
Saat ini aku sedang mengingat
pertemuan pertama kita di ruang musik. Saat kau masuk dengan rambut merahmu
itu, aku tahu bahwa hidupku tidak akan sama lagi. Banyak sekali hal yang aku
alami bersamamu. Menemanimu menjalani hukuman. Taruhan denganmu. Dansa pertama
yang payah di hari ulang tahunku. Menjadi tertawaan orang-orang ketika aku mengenakan
jaket merahmu yang konyol. Aku menyukai setiap detik nya.Dan aku juga menyadari
satu hal lagi. Bukan perjalanan ke taman rekreasi ini yang membuatku hidupku normal,
tetapi kaulah yang membuatku diriku menjadi normal. Aku bisa tertawa bersamamu
setiap waktu.Terima kasih, Sandra,karena telah menjadi temanku dan telah
menyediakan 3600 detik waktumu ini untukku. Aku tidak akan melupakan nya seumur
hidupku.Berjanjilah kau akanselalu kuat walaupun aku tidak berada di sampingmu
lagi. Kali ini aku meminta agar kau percaya padaku bahwa apa pun yang terjadi,
aku selalu akan berada disampingmu.Aku sayang padamu,Sandra…
Rabu, 12 Februari 2014
Remember When
Apa
pun yang kau katakan, bagaimanapun kau menolaknya, cinta akan tetap berada di
sana, menunggumu mengakui keberadaannya.
Bagi kita, senja selalu sempurna; bukankah sia-sia jika menggenapkan warnanya? Seperti kisahmu, kau dan dia, juga kisahku, aku dan lelakiku. Tak ada bagian yang perlu kita ubah. Tak ada sela yang harus kita isi. Bukankah takdir kita sudah jelas?
Lalu, saat kau berkata, "Aku mencintaimu", aku merasa senja tak lagi membawa cerita bahagia. Mungkinkah kata-katamu itu ambigu? Atau, aku saja yang menganggapnya terlalu saru?
"Aku mencintaimu," katamu. Mengertikah kau apa artinya? Mengertikah kau kalau kita tak pernah bisa berada dalam cerita yang sama, dengan senja yang sewarna?
Takdir kita sudah jelas. Kau, aku, tahu itu.
Bagi kita, senja selalu sempurna; bukankah sia-sia jika menggenapkan warnanya? Seperti kisahmu, kau dan dia, juga kisahku, aku dan lelakiku. Tak ada bagian yang perlu kita ubah. Tak ada sela yang harus kita isi. Bukankah takdir kita sudah jelas?
Lalu, saat kau berkata, "Aku mencintaimu", aku merasa senja tak lagi membawa cerita bahagia. Mungkinkah kata-katamu itu ambigu? Atau, aku saja yang menganggapnya terlalu saru?
"Aku mencintaimu," katamu. Mengertikah kau apa artinya? Mengertikah kau kalau kita tak pernah bisa berada dalam cerita yang sama, dengan senja yang sewarna?
Takdir kita sudah jelas. Kau, aku, tahu itu.
Langganan:
Postingan (Atom)

